Fadilah Shalat Tarawih

Puji syukur pantas kita panjatkan kepada Allah, tak terasa sudah 15 hari umat muslim yang taat menjalankan ibadah puasa, tinggal setengah jalan lagi akan mencapai puncak kebahagiaan setelah sebulan penuh menahan lapar, dahaga dan hawa nafsu. Disetiap malamnya manusia diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah sholat tarawih namun tak sedikit yang mengabaikan dan mengesampingkan. Padahal disetiap malamnya terdapat rahasia Tuhan yang amat besar dan sangat disayangkan apabila ditinggalkan.


Dalam Kitab Duratun Nasihin, Bab Keistimewaan Bulan Ramadhan termaktub hadits yang menyebutkan fadilah atau keutamaan dari ibadah sholat tarawih yang sangat menunjukkan Keagungan Allah SWT. Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau menjabarkan keutamaan-keutamaan dari tiap malamnya :


Malam ke-1 : Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.


Malam ke-2 : Ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.


Malam ke-3 : Seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”


Malam ke-4 : Dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).


Malam ke-5 : Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.


Malam ke-6 : Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.


Malam ke-7 : Seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.


Malam ke-8 :  Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin as


Malam ke-9 : Seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw.


Malam ke-10 : Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.


Malam ke-11 : Ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.


Malam ke-12 : Ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.


Malam ke-13 : Ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.


Malam ke-14 : Para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.


Malam ke-15 : Ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.


Malam ke-16 : Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.


Malam ke-17 : Ia diberi pahala seperti pahala para nabi.


Malam ke-18 : Seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”


Malam ke-19 : Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.


Malam ke-20 : Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).


Malam ke-21 : Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.


Malam ke-22 : Ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.


Malam ke-23 : Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.


Malam ke-24 : Ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.


Malam ke-25 : Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.


Malam ke-26 : Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.


Malam ke-27 : Ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.


Malam ke-28 : Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.


Malam ke-29 : Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.


Malam ke-30 : Allah ber firman : “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”


Betapa Maha Agungnya Allah dengan obralan pahala di bulan yang suci ini, dan betapa bodohnya kita jika rela meninggalkannya. Mari kawan pumpung masih ada kesempatan jangan sampai kita melewatkannya. Tuhan bersama kita.

0 comments:

Post a Comment